JAKARTA ---- Suara komando terdengar tegas di tengah keheningan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPN) Kalibata, Jakarta. Di bawah cahaya pelita yang menerangi pusara para pahlawan, seorang perwira Polri asal Sumatera Barat berdiri memimpin prosesi penghormatan.
Dia adalah Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H.
Reza dipercaya menjadi Komandan Upacara dalam Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara tersebut dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan berlangsung dalam suasana khidmat.
Bagi Reza, tugas tersebut bukan sekadar menjalankan rangkaian protokoler kenegaraan. Ada tanggung jawab besar yang melekat ketika ia berdiri di hadapan Kepala Negara dan para pejabat tinggi TNI-Polri.
Setiap aba-aba harus disampaikan secara tepat. Setiap gerakan pasukan harus berada dalam koordinasi. Kesalahan sekecil apa pun dapat mengganggu jalannya prosesi yang sarat makna tersebut.
Namun malam itu, suara komando Reza terdengar mantap.
Di tengah suasana hening, ia memimpin penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kebanggaan dari Ranah Minang
Penampilan Reza dalam prosesi kenegaraan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Sumatera Barat Ridwan Syafriandi.
Ridwan menilai kepercayaan yang diberikan kepada Reza menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polda Sumatera Barat dan masyarakat Ranah Minang.
“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam mengemban amanah besar ini,” kata Ridwan.
Menurut dia, Reza tidak hanya menjalankan tugas sebagai perwira Polri, tetapi juga membawa nama Sumatera Barat dalam salah satu rangkaian kegiatan kenegaraan yang berlangsung di tingkat nasional.
“Beliau tampil tegas, presisi dan penuh wibawa di hadapan Presiden RI. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Polda Sumbar dan masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.
Ridwan berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi personel Polri lainnya, khususnya putra-putri Sumatera Barat, untuk terus memberikan pengabdian terbaik di tingkat nasional.
Bukan Sekadar Aba-aba
Malam semakin larut ketika seluruh rangkaian upacara berakhir.
Pelita masih menyala di antara pusara para pahlawan. Prosesi yang berlangsung singkat itu meninggalkan pesan yang jauh lebih panjang: kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari pengorbanan mereka yang telah mendahului.
Bagi Reza, malam tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri.
Namun bagi masyarakat Sumatera Barat, momen itu memiliki arti lain.
Seorang perwira dari Ranah Minang berdiri di tengah prosesi penghormatan kepada para pahlawan, menjalankan amanah negara dengan suara komando yang tegas.
Bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di depan pasukan.
Melainkan tentang sebuah pengabdian yang membawa nama daerah ke panggung nasional.
Reza dan malam di Kalibata pun menjadi satu cerita kecil tentang bagaimana pengabdian, disiplin, dan kebanggaan daerah bertemu dalam satu momen kenegaraan.
